“Stop Pungli” Komitmen Bersama Meningkatkan Pelayanan Bersih dan Berkualitas

Inspektur Pembantu (Irban IV) Bidang Pencegahan dan Investigasi Inspektorat Kota Bekasi Sudirman, SH  membuka Kegiatan Rangkaian Sosialisasi Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang dimulai di Kecamatan Bekasi Timur  Jl. Mekarsari Raya No. 3 Bekasi, Selasa (27/11/2018) dengan tema ” Komitmen Bersama Meningkatkan Pelayanan Bersih dan Berkualitas”.

Hadir pada kegiatan Sosialisasi Wakasat Binmas  Komisaris Polisi Kayah Rokayah,  Camat Bekasi Timur, Sekretaris Camat Bekasi Timur, Pemangku Jabatan, Pelaksana pada Kecamatan dan Se- Kelurahan Bekasi Timur, Tokoh Masyarakat Bekasi Timur serta Unit Satgas Saber Pungli Kota Bekasi.

Dalam laporannya Irban IV Inspektorat Kota Bekasi  menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi ini agar terbangun sistem pencegahan terhadap pungutan liar di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dan tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berkualitas serta meningkatnya pelayanan masyarakat

Camat Bekasi Timur, Gutus Hermawan Eka Permana, S, IP. dalam sambutannya mengatakan pembangunan komitmen bersama harus menjadi semangat dalam pelayanan guna mencegah terjadinya pungli.

“Mari kita ikuti acara ini dengan baik, mudah-mudahan banyak manfaat yang bisa diambil dan dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kita ada program saber pungli dan pembangunan zona integritas serta selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang bersih dan berkualitas” ujar Camat Bekasi Timur.

Materi Sosialisasi Satgas Saber Pungli disampaikan oleh Wakasat Binmas menyampaikan Satgas Saber Pungli dimulai pada tahun 2016 maka tahun ini masuk masa penyuluhan. Paparan yang disampaikan meliputi dasar, tupoksi, sasaran dan tujuan, struktur, data-data OTT, sosialisasi serta inovasi dan terobosan.

” Dalam  Pelayanan publik kita mengenal siklus kehidupan, dimana sejak lahir sampai meninggal semua orang tidak terlepas dari pelayanan publik yang tentu saja rentan dengan penyimpangan seperti pungli, gratifikasi, suap dan pemerasan. Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat memahami dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan bersih dari pungli. Kita dapat melihat bagaimana pelayanan SIM dan SKCK di Polres Metro Bekasi Kota yang sudah melayani masyarakat selama 24 Jam” Imbuh Wakasat Binmas.

Materi kedua disampaikan oleh Indra Hadi Waluyo, SE, M.Si, CFra, CFE dari Inspektorat Kota Bekasi  yang menyampaikan untuk meberantas Korupsi harus dimulai dari Tone of The Top (kemauan dari atasan) dimana kita sebagai “Top” Pemimpin harus memulai berkomitmen untuk bersih karena  Fraud/Kecurangan itu selalu tersembunyi  untuk itu  diperlukan pembiasaan sampai pada titik kita menyadari bahwa itu tidak benar. Maka mari kita sama-sama berkomitmen untuk “Stop Pungli”.

Sesi Terakhir diisi dengan tanya jawab yang dipandu oleh Moderator Sunarto, S.IP, MM yang disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari Tokoh Masyarakat baik LPM, Ketua RT/RW, Sekretaris Kecamatan, Lurah-Lurah  dan aparatur yang bertugas sebagai frontliner pelayanan. Adapun masalah yang paling sering ditanyakan terkait seputar ucapan terimakasih pelayanan pada RT/RW, gratifikasi dari caleg, pelayanan SIM dan Pelayanan Kependudukan. Narasumber menegaskan perbedaan istilah :

  • Gratifikasi : Pemberian dalam arti luas, meliputi pemberian uang, rabat/diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan Cuma-Cuma dan fasilitas lainnya (Tujuan : untuk pemberian hadiah)
  • Uang Pelicin (Facilitation Payment) merupakan sejumlah pemberian untuk memulai, mengamankan,mempercepat akses pada terjadinya suatu layanan (tujuan : Lebih kepada mempercepat / mengurangi ketidaknyamanan terkait proses administrative
  • Suap  merupakan bentuk pemberian yang dilakukan berupa pemberian uang, barang janji dan bentuk lainnya. Tujuan : untuk mempengaruhi pengambilan keputusan dari pihak penerima suap.
  • Pemerasan merupakan bentuk paksaan kepada orang atau korporasi yang memerlukan pelayanan, untuk memberikan sesuatu, membayar atau menerima pembayaran dengan potongan atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya.
  • Pungli merupakan pengenaan biaya ,di tempat yang tidak seharusnya dikenakan/dipungut biaya.

” Gratifikasi, suap, uang pelicin biasanya di inisiasi oleh pemberi sedangkan pemerasan biasanya diinisiasi oleh peminta. Pungli dapat dijerat dengan pasal korupsi atau dengan pasal pemerasan. Langkah pertama mendeteksi pemberian adalah dengan melihat mensrea atau niat pemberi sehingga kita dapat memastikan apakah itu pungli, gratifikasi, suap atau pemerasan” tutup Indra Hadi Waluyo.

 

Author: admin